"Sebenarnya aku ini siapa?"
aku hanya bisa mendengar gema yang mempertanyakan hal yang sama
Seperti tak ada yang mau menjawabku
burung-burung di hutan pun tak berniat berkicau
apalagi tupai-tupai itu...
dan janganlah bertanya bagaimana dengan pohon-pohon itu
miris.
tak bisa menemukan jalan keluar.
tersesat, pada jalan yang sama.
seperti berada di hutan tanpa akhir.
sekali lagi aku berteriak,
"Apakah aku memang ditakdirkan di sini?"
lagi-lagi aku hanya mendengar gema suaraku.
tidak berguna.
kalau hanya itu yang kudapat, untuk apa aku berteriak?
untuk apa...
untuk merasa lega?
...
lebih baik aku diam, kan?
badanku kecil.
jika suatu saat ada harimau yang menerkamku, aku harus bagaimana?
pasrah?
bagaimana dengan hidupku?
lari?
mau lari ke mana?
jalan tanpa akhir itu mungkin lebih mengerikan daripada jalan buntu.
kau harus berputar di jalan yang sama
tanpa menemukan hal yang menggambarkan bahwa,
"perjuanganmu berhenti sampai di sini"
kau akan terus berjalan
menemukan hal yang sama,
walaupun kau ingin menemukan hal-hal baru lainnya
Aku berpikir,
mengapa aku bisa berada di sini... sendirian?
bukan...
Aku tidak sendirian
aku ditemani hewan-hewan itu
dan pohon-pohon yang diam itu.
yang tak sekalipun mereka melambai padaku.
apa aku menakutkan?
atau memang aku tak pernah dianggap berada di sini?
ingin rasanya menggali tanah ini,
kemudian menemukan hal-hal yang menakjubkan
mungkin semut yang bisa berbicara padaku?
atau bahkan semut yang bisa mengajakku pesta minum teh bersama?
ingin juga rasanya naik ke atas pohon itu,
kemudian melihat keadaan hutan dari puncaknya.
tapi apa?
untuk berjalan pun aku sudah lelah.
bagaimana bisa aku naik ke atas sana?
jika memang aku bisa,
dan di atas sana tidak ada apa-apa
akan membuang-buang waktu
aku hanya dapat kekecewaan
atau fakta yang mengatakan bahwa,
inilah yang harus aku jalani
jalan tanpa ujung,
dan aku akan terus mencari tempat...
dimana aku bisa berhenti...
dan beristirahat
Transparent Butterfly
Tidak ada komentar:
Posting Komentar